Click here for Myspace Layouts

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 30 November 2010

Pergelaran Sapi Sonok

Pergelaran sapi sonok tahun ini sangat meriah. Hal ini jika dilihat dari jumlah pengunjung yang menghadiri pergelaran yang disponsori Dji Sam Soe ini membludak, bahkan tempat parkir yang tersedia tidak mencukupi untuk menampung semua kendaraan pengunjung. Pergelaran yang diadakan setiap tahun ini memang memiliki banyak peminat, bahkan turis asingpun bisa dengan mudah kita lihat di arena lomba. Untuk tahun ini, lomba di adakan di keresidenan Pamekasan melihat tempat yang sangat strategis dan mudah dijangkau.


Lomba sapi sonok yang dilaksanakan untuk menjaring pasangan sapi betina paling seronok dan bagus semadura ini tampak penuh dengan peserta. Kebanyakan peserta yang ikut lomba ini adalah pemain-pemain lama sehingga terlihat persiapan mereka yang sangat matang. Yang menarik dari pergelaran yang diadakan sabtu siang (23/10/2010) ini karena diikuti dengan perlombaan saronen pengiring sapi. Setiap pasang sapi

Pesona Wisata Pulau Garam

Tandus dan panas. Sepertinya itulah kesan pertama yang didapat para pelancong, begitu mendengar nama Pulau Madura disebut. Anggapan ini berlaku terutama bagi warga luar daerah yang belum pernah datang ke sana. Madura memang gambaran masyarakat bertemperamen keras, memiliki budaya karapan sapi dan carok . Tipologi tanah tandus dan udara panas itu, kian mengesankan Madura sebagai pulau yang tak punya pepohonan hijau dan panorama alam yang elok dipandang mata.
Anggapan tersebut tidak seutuhnya benar. Pulau terbesar di Provinsi Jawa Timur ini memang tandus dan panas. Namun, ini tak berarti Pulau Madura tidak memiliki potensi wisata yang mempesona. Bila tak percaya, datanglah ke daerah paling timur “Pulau Garam”, tepatnya Kabupaten Sumenep. Daerah ini memiliki ragam objek wisata, khususnyai pantai dan kepulauan nan indah.

Wisata petik Laut


Kecamatan : Bluto
Desa : Lobuk
1. Nama Jenis Potensi wisata : Petik Laut
2. Luas Area :
3. Sarana dan prasarana : Jalan yang beraspal
4. Deskripsi Potensi Wisata :
Desa Lobuk terletak dipesisir pantai tepatnya di kecamatan Bluto ±15 Km dari jantung kota Sumenep, tepatnya ke arah selatan dari kota Sumenep. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan. Masyarakat lobuk punya kebiasaan setiap tahunnya harus melakukan ritual. Karena tepat berada di pesisir pantai, maka ritual tersebut di namakan Rokat Tasek (Petik Laut) dan menguras sumur yang berada di bibir pantai yang dinamai dengan SUMUR DEKHAI (Sumur Dangkal) dan dipercaya oleh masyarakat mengandung mistik. Pelaksanaan Ritual ini dibiayai oleh Swadaya Masyarakat dan dilakukan secara turun temurun sejak nenek moyang mereka. Sebelum pelaksanaan acara, tiga hari sebelumnya masyarakat Lobuk terlebih dahulu membersihkan sumur, lalu membuat perahu kecil atau GHITEK yang terbuat dari pohon pisang, untuk tempat kepala sapi dan sesaji

Deskripsi Gunung Payudan Sumenep

Kecamatan : Guluk-Guluk
Desa : Payudan Daleman
1. Nama Jenis Potensi wisata : Gunung Payudan
2. Luas Area : 150M x 40M
3. Sarana dan prasarana : Jalan masuk aspal dari jalan utama sepanjang 1400m selebihnya sampai lokasi belum beraspal 700m
4. Deskripsi Potensi Wisata :
objek wisata ini berada di atas pegunungan yang bernama Gunung Payudan, tepatnya di Desa Payudan Daleman Kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep kurang lebih 30 Km ke Arah Barat Kota Sumenep. Bagi masyarakat Sumenep Khususnya, Gua Payudan mempunyai arti penting mengingat gua ini memiliki keterkaitan dengan sejarah raja-raja Sumenep abad 14 samapi 17. Gua ini tidak hanya bernilai sebuah obyek wisata Alam (goa) saja, tetapi juga mengandung makna religi dan sejarah didalamnya.

Pencarian Kucing Madura (Kucing Ra'as)

Sebagai kelompok pencinta dan penyayang kucing, mitos tentang keunikan dan keindahan kucing Madura memang telah lama terdengar. Konon kucing Madura angat angun, memiliki indra keenam serta hanya orang-orang tertentu saja (seperti kyai, pejabat dan tokoh masyarakat) yang dapat memeliharanya. Kucing ini menurut cerita berasal dari pulau Ra’as, yaitu sebuah pulau karang kecil sepanjang 15 km yang terletak di sebelah timur pulau Madura. Konon apabila kucing Madura tersebut dibawa keluar pulau oleh orang yang “tidak berjodoh”, maka perahu yang ditumpanginya akan tenggelam.


Untuk mencapai pulau tersebut terlebih dahulu kita harus menempuh perjalanan kurang lebih satu jam dari kota Sumenep menuju pelabuhan. Perjalanan harus dilanjutkan dengan perahu Madura yang berukuran relatif kecil selama minimal 6 jam dengan catatan cuaca dalam keadaan cukup baik. Sebelum mencapai Pulau Ra’as, perjalanan dengan perahu ini melewati pulau Sapudi yang terkenal dengan Sapi Madura dan Domba Ekor Gemuknya. Seorang guru yang pernah bertugas di pulau Ra’as menceritakan bahwa dia pernah menghabiskan waktu selama 12 jam untuk mencapai pulau tersebut, akibat cuaca buruk. Masalah mabuk katanya lebih lanjut, tidak usah diceritakan lagi.

Cerita dan mitos yang beredar di masyarakat seputar kucing Madura tersebut membuat kami semakin penasaran. Dalam benak kami, apabila memang kucing Madura ini berpotensi untuk dimurnikan sehingga menjadi ras tersendiri, maka tentunya kucing ini dapat dijadikan kebanggaan nasional. Pulau Madura tidak saja terkenal dengan sapi Maduranya, akan tetapi juga akan terkenal dengan kucing Maduranya yang sangat unik. Setelah tertunda sekian lama, kami memulai perburuan kami untuk mencari kucing Madura ini.

Followers

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites